
Jejak Berkabut
Keringat menghujani tubuhku
Duduk di sekitar orang yang meniti harapan
Didepanku ada orang yang melampiaskan nafsu atas nama cinta
Di hadapanku mereka bercumbu rayu
Di sampingku ada anak kecil yang sok kenal padaku
Habis minum susu dari botol anak itu menggodaku
Berusaha menyentuhku dan akupun larut dalam dunianya
Namun aku masih resah dengan orang didepanku karena mereka tetap bermesra
Aku ingin melampiaskan amarahku pada mereka
Keringat yang keluar semakin menjadi-jadi dan menodai bajuku
Tibalah orang buta itu untuk mengemis
Kemarahanku pun pudar dan hampir sirna karena orang yang bermesraan itu menyodorkan uang seribuan untuk si pengemis buta
Sungguh tak seperti biasanya aku temukan kejadian yang panas seperti ini
Karena mungkin aku terlambat hingga yang lebih baik didapatkan orang lain
Tak pernah aku mengeluh resah seperti ini
Dan tak pernah aku melihat orang bercumbu rayu hanya sekian inci dari pandanganku
Aku ingin hengkang dari semua ini tapi itu sulit
Dalam keluhan dan resahku
Aku justru semakin sesak
Namun Dia Berkehendak
Dia datangkan angin sejuk dan awan hitam
Akupun larut dalam kesejukkan
Kesejukkan yang tak terbayangkan sebelumnya
Hingga akhirnya ku bisa menembus jejak ruang dan waktu lagi
Namun kegelisahan itu datang lagi menggodaku
Aku telah melampui batas dan aku terseret laju
Akupun ingin turun dan berhenti dari lajuku ini
Dengan berdiri di atas laju kecepatan aku bagai terbang di awan
Bunga kuning yang bersemi di pohon rindang yang hijau dan gemercik tangisan awan menyambutku
Dan benar saja aku diturunkan sebelum akhir dari laju itu
Namun kuharus meniti perjalanan panjang lagi
Sampai akhirnya ku bertemu dengan gadis kota
Gadis kota seperti pada umumnya
Gadis yang ku tak tahu darimana ia datang
Gadis yang berpakaian semi seksi dan tanpa kerudung
Kami tak saling sapa ataupun senyum
Hingga pada akhirnya dia pergi begitu saja
Lubuk hati ini pun bergelora untuk berpenasaran pada si gadis
Namun Dia kembali menunjukkan Kuasa Takdir-Nya
Selang beberapa waktu ku lihat si gadis berdiri
Dan akupun main taktik curi pandang untungnya si gadis tak melihat
Dan ternyata dalam hitungan detik dia menuju di mana aku ada
Takdir mempertemukan kami kembali
Walau begitu kami tak saling menyapa lagi
Namun aku tetap berusaha mencari perhatian padanya
Dengan membuka topi coklatku
Aku berusaha melihatkan wajah asingku padanya
Tapi sia-sia saja karena kami tetap berbisu
Hingga akhirnya selang beberapa waktu dia pergi dan sungguh pergi
Namun seakan-akan dia juga merasakan yang aku rasakan
Dalam kepergiannya si gadis menolehkan wajah padaku dengan senyum dan melambaikan tangan padaku
Namun mungkin itu hanya bayangan saja
Dan akupun meneruskan laju untuk mencapai tujuan
Dan akhirnya kutemukan jua apa yang kucari
Namun aku masih menunggu
Jika itu kenyataan aku akan memakai jubah kuning
Jubah kebanggaan dan bagian harapanku
Tapi Dialah Pengatur sesungguhnya
Aku berjubah kuning apa memeras tulang dan keringat
Entahlah
Atau mungkin ku hanya akan menari-narikan pena untuk merenung karena gundah
Sebuah kegundahan yang tiada arti
Atau ku akan meniti lagi jejak yang berkabut
---akbar priyono---
Keranda Putih
Saat tameng-tameng di jiwaku retak
Dan musuhku telah menguasai jiwa
Aku tak bisa pertahankan cahaya cinta
Semua cahaya cinta di jiwa telah terkikis dan akan musnah
Musuh telah kuasaiku
Dan aku dijadikannya tak berdaya
Entah ku harus bagaimana
Dan entah bagaimana kuharus melepas rantai belenggu itu
Aku telah lemah dan terkurung hina
Hingga ku dapatkan setitik harapan
Yakni ketika ku melihat keindahan cinta disana
Yakni ketika Yang Maha Cinta mengirimkanku air mata
Keindahan cinta itu perlahan telah memusnahkan rantai hina
Keindahan cinta itu perlahan menunjukkan arah yang terdapat cinta bergelora
Keindahan cinta itu perlahan memperkuat tameng-tameng jiwaku
Berawal dari keranda putih disampingku ketika ku besedih
Disaat aku menangis dibawah bintang merah yang pasti sudah tua umurnya
Disaat aku terpayungi gumpalan awan dilangit malam yang memayungi kubah disebelahku
Keranda putih itu seakan bicara padaku
Keranda putih itu seakan bertanya padaku
Masihkah ada keindahan cinta darimu untuk-Nya dan untuknya?
Jikalau kau merasa keindahan cinta yang kau punya kian meredup dan akan musnah maka nyalakanlah kembali dengan kekuatan cinta yang masih tersisa di jiwamu
Keranda putih itu telah menyadarkanku akan semua salahku
Akupun lari dan melayang diantara sekat-sekat dimensi
Hingga aku dapatkan secerca cahaya
Secerca cahaya yang masih inginkan aku memiliki cinta di jiwa
Secerca cahaya yang masih inginkan aku melihat indahnya cinta
Secerca cahaya yang masih inginkan aku mengalahkan musuh dijiwa
Dengan secerca cahaya itu akhirnya aku mengalahkan musuhku itu
Dan akupun larut dalam hening tangis dan tertawa karena aku menang
Namun akupun masih larut dalam ketakutan
Ketakutan jika musuhku itu kembali menggerogoti cinta dijiwaku
Dan apabila musuhku datang kembali
Akankah keranda putih itu kembali menasehatiku?
Dan akankah kudapatkan kembali secerca cahaya itu?
Kuharap yang terbaik kepada Yang Maha Cinta
---akbar priyono---
I
'm Not a winged angelWhen morning came
Why should I be sick because of this all
Did not I should be happy if he was happy
Did not I have to laugh when she laughs
Although he was happy and laughing is not me
Although he was fun and not for me to hum
But my little hearts hurt
But my little heart to feel depressed
But my little heart cry
Why do people I loved to go
Why do people not understand that I love
I know you think I'm a loser
I know this will be my attitude is excessive in interpreting the great love
But from the deepest depths of my heart I want to have you
I can not let you go
I do not want you hurt
I wanted to protect
But why do you not understand
I'm here in convict
Notice you but you are quite the opposite
You're ignoring me
As if I'm not there
And you're always in my heart
I'm not a perfect creature
If you're so my heart is sick
If you're so my heart hurt
Really I have climbed the sky
Really I have split the sea
And really I defeated my enemies
But why I can not say love you
Let my love just in my heart
Because I'm not an angel with wings
---akbar priyono---

Tidak ada komentar:
Posting Komentar