Selasa, 06 April 2010

Episode Terakhir


Jejak Berkabut

Keringat menghujani tubuhku
Duduk di sekitar orang yang meniti harapan
Didepanku ada orang yang melampiaskan nafsu atas nama cinta
Di hadapanku mereka bercumbu rayu
Di sampingku ada anak kecil yang sok kenal padaku
Habis minum susu dari botol anak itu menggodaku
Berusaha menyentuhku dan akupun larut dalam dunianya
Namun aku masih resah dengan orang didepanku karena mereka tetap bermesra
Aku ingin melampiaskan amarahku pada mereka
Keringat yang keluar semakin menjadi-jadi dan menodai bajuku
Tibalah orang buta itu untuk mengemis
Kemarahanku pun pudar dan hampir sirna karena orang yang bermesraan itu menyodorkan uang seribuan untuk si pengemis buta
Sungguh tak seperti biasanya aku temukan kejadian yang panas seperti ini
Karena mungkin aku terlambat hingga yang lebih baik didapatkan orang lain
Tak pernah aku mengeluh resah seperti ini
Dan tak pernah aku melihat orang bercumbu rayu hanya sekian inci dari pandanganku
Aku ingin hengkang dari semua ini tapi itu sulit
Dalam keluhan dan resahku
Aku justru semakin sesak
Namun Dia Berkehendak
Dia datangkan angin sejuk dan awan hitam
Akupun larut dalam kesejukkan
Kesejukkan yang tak terbayangkan sebelumnya
Hingga akhirnya ku bisa menembus jejak ruang dan waktu lagi
Namun kegelisahan itu datang lagi menggodaku
Aku telah melampui batas dan aku terseret laju
Akupun ingin turun dan berhenti dari lajuku ini
Dengan berdiri di atas laju kecepatan aku bagai terbang di awan
Bunga kuning yang bersemi di pohon rindang yang hijau dan gemercik tangisan awan menyambutku
Dan benar saja aku diturunkan sebelum akhir dari laju itu
Namun kuharus meniti perjalanan panjang lagi
Sampai akhirnya ku bertemu dengan gadis kota
Gadis kota seperti pada umumnya
Gadis yang ku tak tahu darimana ia datang
Gadis yang berpakaian semi seksi dan tanpa kerudung
Kami tak saling sapa ataupun senyum
Hingga pada akhirnya dia pergi begitu saja
Lubuk hati ini pun bergelora untuk berpenasaran pada si gadis
Namun Dia kembali menunjukkan Kuasa Takdir-Nya
Selang beberapa waktu ku lihat si gadis berdiri
Dan akupun main taktik curi pandang untungnya si gadis tak melihat
Dan ternyata dalam hitungan detik dia menuju di mana aku ada
Takdir mempertemukan kami kembali
Walau begitu kami tak saling menyapa lagi
Namun aku tetap berusaha mencari perhatian padanya
Dengan membuka topi coklatku
Aku berusaha melihatkan wajah asingku padanya
Tapi sia-sia saja karena kami tetap berbisu
Hingga akhirnya selang beberapa waktu dia pergi dan sungguh pergi
Namun seakan-akan dia juga merasakan yang aku rasakan
Dalam kepergiannya si gadis menolehkan wajah padaku dengan senyum dan melambaikan tangan padaku
Namun mungkin itu hanya bayangan saja
Dan akupun meneruskan laju untuk mencapai tujuan
Dan akhirnya kutemukan jua apa yang kucari
Namun aku masih menunggu
Jika itu kenyataan aku akan memakai jubah kuning
Jubah kebanggaan dan bagian harapanku
Tapi Dialah Pengatur sesungguhnya
Aku berjubah kuning apa memeras tulang dan keringat
Entahlah
Atau mungkin ku hanya akan menari-narikan pena untuk merenung karena gundah
Sebuah kegundahan yang tiada arti
Atau ku akan meniti lagi jejak yang berkabut

---akbar priyono---


Keranda Putih

Saat tameng-tameng di jiwaku retak
Dan musuhku telah menguasai jiwa
Aku tak bisa pertahankan cahaya cinta
Semua cahaya cinta di jiwa telah terkikis dan akan musnah
Musuh telah kuasaiku
Dan aku dijadikannya tak berdaya
Entah ku harus bagaimana
Dan entah bagaimana kuharus melepas rantai belenggu itu
Aku telah lemah dan terkurung hina

Hingga ku dapatkan setitik harapan
Yakni ketika ku melihat keindahan cinta disana
Yakni ketika Yang Maha Cinta mengirimkanku air mata
Keindahan cinta itu perlahan telah memusnahkan rantai hina
Keindahan cinta itu perlahan menunjukkan arah yang terdapat cinta bergelora
Keindahan cinta itu perlahan memperkuat tameng-tameng jiwaku
Berawal dari keranda putih disampingku ketika ku bes
edih
Disaat aku menangis dibawah bintang merah yang pasti sudah tua umurnya
Disaat aku terpayungi gumpalan awan dilangit malam yang memayungi kubah disebelahku

Keranda putih itu seakan bicara padaku
Keranda putih itu seakan bertanya padaku
Masihkah ada keindahan cinta darimu untuk-Nya dan untuknya?
Jikalau kau merasa keindahan cinta yang kau punya kian meredup dan
akan musnah maka nyalakanlah kembali dengan kekuatan cinta yang masih tersisa di jiwamu
Keranda putih itu telah menyadarkanku akan semua salahku
Akupun lari dan melayang diantara sekat-sekat dimensi
Hingga aku dapatkan secerca cahaya
Secerca cahaya yang masih inginkan aku memiliki cinta di jiwa
Secerca cahaya yang masih inginkan aku melihat indahnya cinta
Secerca cahaya yang masih inginkan aku mengalahkan musuh dijiwa

Dengan secerca cahaya itu akhirnya aku mengalahkan musuhku itu
Dan akupun larut dalam hening tangis dan tertawa karena aku menang
Namun akupun masih larut dalam ketakutan

Ketakutan jika musuhku itu kembali menggerogoti cinta dijiwaku
Dan apabila musuhku datang kembali
Akankah keranda putih itu kembali menasehatiku?
Dan akankah kudapatkan kembali secerca cahaya itu?
Kuharap yang terbaik kepada Yang Maha Cinta


---akbar priyono---




I'm Not a winged angel

When morning came
Why should I be sick because of this all
Did not I should be happy if he was happy
Did not I have to laugh when she laughs
Although he was happy and laughing is not me
Although he was fun and not for me to hum
But my little hearts hurt
But my little heart to feel depressed
But my little heart cry
Why do people I loved to go
Why do people not understand that I love
I know you think I'm a loser
I know this will be my attitude is excessive in interpreting the great love
But from the deepest depths of my heart I want to have you
I can not let you go
I do not want you hurt
I wanted to protect
But why do you not understand
I'm here in convict
Notice you but you are quite the opposite
You're ignoring me
As if I'm not there
And you're always in my heart
I'm not a perfect creature
If you're so my heart is sick
If you're so my heart hurt
Really I have climbed the sky
Really I have split the sea
And really I defeated my enemies
But why I can not say love you
Let my love just in my heart
Because I'm not an angel with wings


---akbar priyono---






Minggu, 04 April 2010

Ketika Jiwa Tergelitik untuk Tertawa dalam Joke


Tragedi 29 maret 2010 di SPBU Comal

Ketika itu aku melihat penampakan di SPBU Comal,aku bertemu adik-adik kelas tiga ips SMA1Comal yang kala itu sedang refill bensin dengan helm tertutup aku mendekati seorang yang ku kenal wajahnya namun asing namanya kemudian ku buka helm,senyum terus salaman ternyata dibelakangnya masih ada konco-koncone salah satunya kukenal, namanya didi wiyoro wetan setelah lama tak bertemu ternyata banyak sekali perubahan yang dulunya ganteng sekarang tambah guanteng! entah apa yang tersirat di benak mereka tantang kakaknya mungkin setelah kaget kakaknya di depan mereka hatinya pun berkata "walah mas akbar selot ireng atau mungkin tambah ganteng getokane,, andai saja ditanya kok selot ireng mas? pasti tak jawab yo iyo ireng wong di sidoarjo sering mancing iwak soale kali ning kono ono mujaer ora koyo ning comal,, walahhhh tannyanya malah saiki dimana mas? andai saja waktu itu sudah jadi orang kaso lagi,, pasti arek iku tak jawab sekarang mas akbar di depanmu,, tapi slamet buat mereka masnya belum resmi jadi orang kaso lagi! ya waktu itu bermula dari perginya aku kekecamatan buat menindaklanjuti surat pindahan ke pemalang setelah sampe disana malah di usir kembali untuk minta blanco F.03 di desa, ya udah wangsul nanging montor gak belok kekiri malah kekanan buat ngisi bensin hingga akhirnya ku bertemu mereka... mudah-mudahan kalian dan semua adik-adiku lulus dengan nilai yang memuaskan! amin.... oya mas akbar udah resmi jadi orang pemalang lagi! sopo sing takon ?? tapi sekarang gak di pemalang karena mas akbar adalah bola yang selalu memantul kesana- sini! sekarang mas ada di Barat,, hayo barat mana? tepatnya di barat jawa kalau waktu itu timur jawa...........
lalu apa yang buat lucu cerita ini?
yang buat lucu adalah karena aku akan tertawa...
coba perhatikan.....

hhhhhhhhhhhhhhhhhhhheeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeehhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
perhatian:tertawa berlebihan di bawa ke rumah sakit jiwa

ya karena ku bersyukur bisa bertemu sahabat yang lama tak berjumpa

senyum... hhhhm jadi tepatnya ini bukan tragedi melainkan reuni akbar tapi kecil di pom bensin.


Kebenaran Teori Mbah Darwin

teori evolusi Mbah darwin memang benar tapi gak tepat jika manusia itu berevolusi dari kera .






coba perhatikan yang paling tepat dikatakan evolusi itu adalah sepeda motor




heee... karena puncak dari kemajuan peradaban pada akhirnya akan di mulai dari masa awal lagi....

PUISI TERINDAH

Patahkanlah tangan kananku kalau kau mau
Karena ku masih bisa menulis puisi dengan tangan kiri
Namun kalau kau tak puas patahkanlah tangan kiriku juga
Karena ku masih bisa menulisnya dengan kakiku
Tangan dan kakiku kau patahkan masih bisa tersembuhkan
Namun apabila hatiku yang kau patahkan sangatlah sulit disembuhkan
Ya karena dimana ada tukang urut yang bisa ngurut hati heeee
So sweet

Kasoisme

- Ada orang bertanya pada temannya
"bro semalam lampu didesamu mati rah soale kan ada pemadaman?
Bro menjawab " semalam perasaan di desaku lampu gak mati kok!
temannya bertanya lagi opo yo sih?
jawab bro"yakin ra mati tapi pingsan moso kalo mati hidup lagi,emang mati suri...
heee..


Dia Kembali Mengulangi

Masih ingat pak Gibran yang datang kemimpiku waktu itu , eh dia datang lagi dan melakukan yang sama
pak Gibaran:"kenapa kamu bar?
aku :"saya sedih pak karena kasihku mati?
pak Gibran :" sabar bar semuanya ada yang ngatur
aku :"tapi saya sudah lama bersama pak!
pak Gibran :"ya bapak tau hati seorang yang di tinggal mati
aku :"memang bapak kehilangan siapa?
pak Gibran :"kehilangan orang terkasihi bar,di waktu itu karena aku hanya bermain kata tanpa memilikinya
aku : tapi ini kasus beda Pak! aku kehilangan kambing saya lagi pak... namanya kasih yang dulu Cinta dan dibuatin puisi sama bapak karena ku bersedih itu induknya. jadi Kambing saya yang bernama Cinta dan hilang itu punya anak namanya Kasih.
pak Gibran dengan rasa malu yang dulu pernah di perbuat juga tiba-tiba pergi... menghilang...



tertawala dan senyum seperti kami,karena dengan demikian bisa melupakan kesedihan,namun janganlah berlebihan karena di sana masih ada yang menagis,dan berhati-hatilah dengan tawamu karena hatimu bisa membatu dan membuta.Dan tertawalah dengan orang yang kau kasihi karena bisa saja kau tidak menemukan tawanya lagi, karena sudah Di panggil Yang Maha Bahagia.
Tak selamanya
Es itu membeku
Gunung itu kokoh
Dan langit biru
Begitu juga dengan kasihmu tak selamanya dia akan bersamamu.
akbar priyono