Behind The DewPasir dalam botol terus berdetik
Tapi angan selalu mengangan yang seharusnya terlupa
Angin malam itu telah membawa nada minor
Menggetarkan jiwa mengencangkan nafas di dada
Seakan semuanya masih ada
Padahal sudah tiada karena terbawa arus badai waktu itu
Sekarang Kau disana dengan gayamu dan aku disini dengan kerendahanku Jutaan tetes butir air yang datang dari langit menambah kelam rasa di jiwa Aku ingin kau bahagia begitu juga aku
Walau kita terhalang oleh rimba
Tiga tahun sudah kau tinggalkan aku dari jagad ini
Terakhir kali aku melihat senyummu walau kau sudah kaku
Terakhir kalinya aku melihatmu dalam keadaan tertutup kain putih
Terakhir kalinya aku melihatmu tidur didalam rumah barumu yang sederhana
Mudah - mudahan Yang Maha Cinta membalas cintamu padaku dalam kehidupanmu sekarang
Janganlah bersedih karena aku takkan menagisi kepergianmu lagi
Bahagialah dalam dimensimu dengan kata-kataku yang kuucap kepada Yang Maha Cinta
Sahabat atau apakah engkau janganlah bersedih karena kadang sebutir airmata keluar dariku di saat aku mengingat ketika kita jalan berdua untuk beri'tikaf di Pondok berkubah itu
Kuharap kau tetap bahagia disana karena akupun akan memejamkan mata untuk selamanya sepertimu untuk kembali pada Yang Maha Cinta...
---Akbar Priyono--- FOR U
