Minggu, 31 Oktober 2010

Garis Kehidupan

Behind The Dew

Pasir dalam botol terus berdetik

Tapi angan selalu mengangan yang seharusnya terlupa

Angin malam itu telah membawa nada minor

Menggetarkan jiwa mengencangkan nafas di dada

Seakan semuanya masih ada

Padahal sudah tiada karena terbawa arus badai waktu itu

Sekarang Kau disana dengan gayamu dan aku disini dengan kerendahanku
Jutaan tetes butir air yang datang dari langit menambah kelam rasa di jiwa Aku ingin kau bahagia begitu juga aku
Walau kita terhalang oleh rimba

Tiga tahun sudah kau tinggalkan aku dari jagad ini

Terakhir kali aku melihat senyummu walau kau sudah kaku

Terakhir kalinya aku melihatmu dalam keadaan tertutup kain putih

Terakhir kalinya aku melihatmu tidur didalam rumah barumu
yang sederhana
Mudah - mudahan Yang Maha Cinta membalas cintamu padaku dalam kehidupanmu sekarang

Janganlah bersedih karena aku takkan menagisi kepergianmu lagi
Bahagialah dalam dimensimu dengan kata-kataku yang kuucap kepada Yang Maha Cinta

Sahabat atau apakah engkau janganlah bersedih karena kadang sebutir airmata keluar dariku di saat aku mengingat ketika kita jalan berdua untuk beri'tikaf di Pondok berkubah itu

Kuharap kau tetap bahagia disana karena akupun akan memejamkan mata untuk selamanya sepertimu untuk kembali pada Yang Maha Cinta...


---Akbar Priyono---
FOR U